Apa yang Saya Lakukan?

Entah mengapa, dengan hidup di negara Indonesia maka menjadi wajar
ketika iman Kristen dipojokkan. Untunglah, sekarang ini sudah tidak
begitu lagi. Namun terkadang masih banyak orang yang berpikir bahwa
orang Kristen berusaha mengKristenkan semua orang.

Sebenarnya tidak. Kami tidak pernah berusaha mengKristenkan semua
orang. Saya lebih tepatnya. Saya tidak berusaha mengKristenkan semua
orang. Mengapa? Jadi Kristen itu percuma. Lebih berarti menjadi
pengikut Yesus dari pada sekadar jadi orang Kristen.

Apakah saya berusaha menjadikan semua orang pengikut Yesus? Tidak.
Mengikuti seseorang itu adalah keputusan pribadi setiap orang. Saya
tidak akan pernah memaksa.

Lantas apa yang Saya lakukan? Saya menceritakan tentang Yesus. Pribadi
yang menarik hati Saya dan membuat Saya jatuh cinta kepadaNya. Saya
hanya ingin setiap orang kenal dengan Yesus. Apakah apabila Anda kenal
dengan seseorang maka otomatis Anda menjadi pengikut orang tersebut?
Jelas tidak. Mengikut seseorang adalah keputusan pribadi setiap orang.
Saya hanya menceritakan pribadi yang unik dan yang sangat sayang
kepada Saya dan Anda semua.

Sama seperti ketika Anda menemukan tempat makan yang enak, Anda pasti
ingin menceritakan kepada teman Anda dan mengajaknya mencicipi makanan
itu kan? Saya melakukan hal yang sama dengan Tuhan Yesus dan gereja.
Saya merasa gereja dan Yesus adalah hal yang harus dicicipi setiap
orang. Apakah lantas Anda langsung jadi pengikut Yesus, Saya ragu.
Wong Saya saja belum tentu sudah mengikut Yesus dengan baik, benar dan
setia kok.

Jadi, apa yang saya lakukan? Saya menceritakan tentang Yesus yang
membuat saya jatuh cinta.

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Leave a comment...

 
To leave a comment on this posterous, please login by clicking one of the following.
Posterous-login     twitter